by

Tetangga Positif COVID-19, Apa yang perlu dilakukan ?

-GLOBAL, NEWS-141 views

Jumlah penderita COVID-19 yang makin bertambah memang membuat was-was. Bagaimana kalau virus corona sudah masuk lingkungan rumah kita. Kalau kamu khawatir COVID-19 sudah masuk ke lingkungan rumah atau dengar kabar tetangga kena COVID-19, lakukan hal berikut :

 

Tak Perlu Panik

Dengar kabar tetangga kena COVID-19 memang bisa memicu kepanikan. Tapi panik cenderung membuat orang mencerna informasi dengan salah. Selain itu, makin banyak warga yang panik bisa memicu panic buying.

 

“Di satu sisi, merespons dengan panik adalah hal yang wajar. Tapi di sisi lain, itu membuang energi,” kata Steven Taylor seorang psikolog, dilansir dari laman Oklahoma news. Steven mengingatkan, kita bisa mempersiapkan diri tanpa panik.

 

Hubungi Otoritas Kesehatan Setempat

Asosiasi apartemen di AS menyarankan, “Jika seorang warga dicurigai atau sudah positif COVID-19, jangan langsung mengirim pengelola apartemen atau staf ke lokasi.” Mereka menyarankan menghubungi dinas kesehatan setempat untuk memeriksa kondisi warga tersebut.

Kalau di Indonesia, kita bisa melaporkan ke RT atau RW setempat. Dari sana, mereka akan menghubungi dinas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas untuk memeriksa kondisi warga sesuai protokol kesehatan yang disarankan.

Tetap Lakukan Rutinitas Pencegahan

Mencuci tangan, menutup mulut ketika batuk atau bersin dengan siku atau tissue harus tetap dipertahankan. Jika air dan sabun tidak tersedia, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Jangan lupa bersihkan permukaan yang sering disentuh secara berkala.

CDC mengingatkan, bangunan dengan ventilasi minim bisa meningkatkan risiko infeksi. Untuk itu, pastikan sirkulasi udara di rumah Anda baik.

Di rumah Saja dan Hindari Keramaian

Sebisa mungkin tetap tinggal di dalam rumah. Apalagi kalau sedang merasa kurang enak badan, wajib isolasi mandiri di rumah. Hindari kontak dengan orang lain dalam jarak dekat. Tetap jalankan physical distancing. Selalu cuci tangan sebelum keluar rumah, selama berada di luar rumah dan setelah pulang ke rumah.

 

 

Siapkan Stok Barang Kebutuhan Sehari-hari

Untuk menghindari sering keluar rumah, siapkan bahan makanan serta barang-barang kebutuhan rumah secukupnya. Tidak perlu menimbun berlebihan, apalagi panic buying. Siapkan bahan kebutuhan keluarga dan rumah untuk dua minggu ke depan. Makanan kaleng, alat mandi, alat kebersihan adalah beberapa contohnya.

 

Isolasi Bukan Berarti Putus Kontak

Tetap menjaga kontak dengan keluarga dan kolega melalui telepon atau media sosial. Terutama mereka yang sedang terganggu kesehatannya dan tinggal seorang diri.

 

Dr. Carla Perissinotto, profesor di Geriatrics Division of the University of California-San Francisco’s Department of Medicine bilang, “Kita tetap harus menjalankan physical distancing, tapi bukan berarti terisolasi dari dunia luar. Karantina dalam jangka panjang bisa memicu kesepian dan depresi.”

 

Saling Dukung

Juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto juga menyoal pentingnya peran aktif komunitas dalam pengendalian penyebaran COVID-19. Dia memberikan saran apa yang perlu dilakukan kalau ada tetangga yang sedang mengisolasi diri imbas corona.

 

“Kalau ada tetangga sedang isolasi diri, alangkah baiknya tetangga lain monitor, berikan dukungan, supporting kepada tetangga kita yang sedang isolasi diri. Ini upaya yang bisa kita dilakukan, secara selektif kita bisa melakukan pengawasan untuk cegah penularan COVID-19 ini,” jelas Yuri saat konferensi pers di Gedung BNPB, beberapa waktu lalu.

hops.id

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed