by

Profil H. Muhammad Isya, MA.Hum

Muhammad Isya, pemuda asli Bungo-Jambi. Lahir di Tanah Periuk, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, tanggal 9 Juli 1990.

Jenjang pendidikan yang ditempuh oleh penulis muda ini dimulai dengan menamatkan pendidikan wajib 9 tahun di tanah kelahirannya, daerah Tanah Periuk, Kabupaten Bungo. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan S1 di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab, IAIN (kini UIN) Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, dan lulus pada tahun 2013. Alhamdulillāh, pada waktu itu ia memperoleh predikat “cumlaude” dan menjadi wisudawan terbaik 1 Fakultas Adab dengan IPK 3.80.

Setelah lulus dari IAIN Imam Bonjol, ia mendapat kesempatan melanjutkan studi dengan bantuan beasiswa pendidikan dari Pemerintah Yaman, tepatnya di Kota Aden. Hanya saja, konflik internal mulai tahun 2014 dirinya harus kembali ke Indonesia. Pada tahun  2015 awal, barulah ia melanjutkan studi jenjang S2 di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan konsentrasi Bahasa dan Sastra Arab.

Selain kesibukan sebagai dosen di Institut Agama Islam Tebo, Jambi, dan ketua Yayasan Bina Generasi Asri yang mewadahi Ma’had Wal-Ashri dan TPA Al-Ashri, penulis ini juga aktif mengisi taklim dan menulis. Tulisan di atas merupakan bantahan dari argumen mubalig yang sedang berkembang di tanah kelahirannya.

Penulis juga memiliki sejumlah karya yang telah diterbitkan, di antaranya: “Jejak-jejak Raja Mataram di Dusun Tanah Periuk” (Jurnal Tsaqafy, 2011); “Novel dan Kritik Politik Luar Negeri: Studi Sastra Realis Historis al-Zayni Barakat Karya al-Ghitani (Buletin al-Turas, 2013); Novel Sebagai Kritik Politik: Studi Sastra Realis Historis al-Zayni Barakat Karya al-Ghitani, (Penerbit Al Qolam, 2016); “Pengalaman Belajar Hingga ke Maroko dan Yaman” (Majalah Gontor, 2017); “Teori Sastra Terry Eagleton dan Aplikasinya pada Penelitian Novel Arab” (Jurnal Diwan, 2018); Aku Bingung Bacaan Salat Temanku Beda (Penerbit Al Qolam, 2018); “Realitas di dalam Sastra Ditinjau dari Teori Sosiologi Sastra Robert Escarpit” (Jurnal Diwan, 2019); “Tekstual dan Kontekstual di dalam Idiom Arab Ditinjau dari Teori Semiotika Michael Riffaterre” (Jurnal Diwan, 2020); “Memahami Konteks Hadis Motivasi” (Opini Kabaronline.id, 2020).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment