by

Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Kabupaten Bungo dalam Situasi Pandemi Wabah Covid-19

-BUNGO, NEWS-260 views

HIMBAUAN BERSAMA

TENTANG

PANDUAN IBADAH RAMADHAN DAN IDUL FITRI

1 SYAWAL 1441H DI TENGAH PANDEMI WABAH COVID-19

DALAM KABUPATEN BUNGO TAHUN 2020

 

Berdasarkan kesepakatan (ijtima) Organisasi Islam dalam Kabupaten Bungo bersama Pemerintah Kabupaten Bungo dan Instansi Terkait tanggal 15 April 2020, memperhatikan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020, tanggal 6 April tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan IduI Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah COVID-19 dan Fatwa MUI Kabupaten Bungo Nomor 03 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19 tanggal 7 April 2020, menghimbau kepada segenap kaum muslimin dan muslimat dalam Kabupaten Bungo :

  1. Menjalankan lbadah puasa di bulan Ramadhan dengan baik berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam syari’at Islam;
  2. Tetap melaksanakan Sholat Tarawih berjamaah bersama keluarga inti di rumah;
  3. Melaksanakan kegiatan tadarrus Al-Qur’an di rumah;
  4. Melaksanakan kegiatan Sahur dan Berbuka Bersama keluarga inti;
  5. Membaca Qunut Nazilah pada setiap sholat 5 (lima) waktu;
  6. Tidak melaksanakan Takbir Keliling, Takbir cukup dilakukan melalui pengeras suara Masjid, Musholla, Langgar dan Surau;
  7. Tidak melaksanakan kegiatan silaturrahmi atau halal bi halal yang lazim dilaksanakan ketika Hari Raya IduI Fitri melalui kontak langsung, kegiatan halal bi halal disarankan melalui video Call/Confrence;
  8. Tidak menyelenggarakan kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) kegiatan Nuzuf Qur’an;
  9. Tldak melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan (Tarawih Keliling) dan Pesantren Kilat, jika tetap akan melaksanakan kegiatan Pesantren Kilat dapat dilaksanakan melalui online/daring atau menggunakan media elektronik;
  10. Melaksanakan Sholat Idul Fitri yang lazim dilaksanakan secara berjamaah, baik di rumah Ibadah maupun di tempat terbuka (lapangan) dianjur untuk ditiadakan, mengenai pengganti dari cara yang lazim dilakukan menunggu sepenuhnya fatwa dari MUI Pusat dan atau MUI Provinsi/Kabupaten;
  11. Pengumpulan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS);
    1. Zakat Maal (harta) sebalknya dibayarkan sebelum puasa Ramadhan;
    2. Unit Pengelola Zakat (UPZ) atsu Panitia Penerima Zakat di Masjid, Musholla, Langgar dan Surau sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung dan membuka gerai di keramaian, hal tersebut diganti menjadi sosialisas pembayaran zakat melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan;
    3. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) atau Panitia Penerima Zakat di lingkungan Masjid, Musholla, Langgar dan Surau untuk menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan Tisu;
    4. Unit Pengumpul Zakat atau Panitia Penerima Zakat di lingkungan Masjid, Musholla, Langgar dan Surau membersihkan ruangan dan lingkungan penerimaan zakat secara rutin, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, keyboard (papan ketik) alat pencatat, tempat pcnyimpanan lain yang sering dipegang oleh tangan. Manfaatkan petugas yang terampil dalam pembersihan perangkat dan gunakan bahan pemberslh yang sesuai dengan keperluan dimaksud;
    5. Meminimalkan berjabat tangan setiap ketika menerima zakat.
  12. Penyaluran Zakat Fitrah/atau Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS):
    1. Unit Pcngumpul Zakat (UPZ) atau Panitia Penerima Zakat dilingkungan Masjid, Musholla, Langgar dan Surau atau tempat lainnya untuk menghindari penyaluran zakat kepada mustahik melalui tukar kupon dan mengumpulkan banyak orang;
    2. Penyaluran Zakat oleh Unit Pcngumpul Zakat (UPZ) atau Panitia Penerima Zakat di lingkungan Masjld, Musholla, Langgar dan Surau diantar langsung kepada Mustahik;
    3. Petugas yang menyalurkan (mcndistribusikan) zakat kepada Mustahik hendaknya dilengkapl dengan alat keselamatan kesehatan meliputl; masker, sarung tangan dan alat pembersih sekali pakai (tisu).
  13. Pengurus Masjid, Musholla, Langgar dan Surau untuk mempedomani Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam penyelenggaraan peribadatan serta menjaga kebersihan sarana rumah lbadah sesual pedoman yang telah ditetapakan;
  14. Senantiasa mematuhi Instruksi Pemerintah baik Pusat maupun Daerah terkait pencegahan dan penanganan COVID-19; dan
  15. Mengabaikan himbauan ini bilamana Pemerintah Pusat dan atau Pemerintah Daerah menyatakan secara resmi seluruh wilayah dan atau daerah telah dinyatakan aman dari COVID-19.

Berikut salinan aslinya :

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed