by

Di Tepi Barat, Israel Umumkan Penghancuran 95 Ribu Rumah Warga Palestina

pict: Pasukan Israel mengerahkan alat berat untuk menghancurkan rumah warga Palestina. (Dok. TRT World)

kabaronline.id, TEPI BARAT. – Otoritas pendudukan Israel pada Selasa (14/12/2021) mengumumkan penyeruan pembongkaran rumah-rumah milik warga Palestina di Tepi Barat. Tidak tanggung-tanggung, 95 ribu rumah dan bangunan Palestina direncanakan akan dihancurkan dalam waktu dekat.

Rumah-rumah tersebut merupakan yang dibangun penduduk Palestina di Area C. Israel berdalih, penghancuran dilakukan karena bangunan-bangunan tersebut didirikan tanpa izin. Padahal, faktanya izin pembangunan amat sulit didapatkan bagi warga Palestina.

Otoritas Israel berlindung dalam hasil dari amandemen Undang-Undang Perencanaan dan Pembangunan 1965. Aturan ini menetapkan peningkatan penghancuran rumah Palestina dan tindakan kriminalisasi lebih lanjut dalam upaya memeberantas perumahan yang tidak memiliki izin.

“Ironisnya, warga Palestina juga dipaksa untuk membayar biaya pembongkaran rumahnya sendiri kepada otoritas Israel. Jika tak mampu, mereka diharuskan menghancurkan rumah dengan tangan mereka sendiri,” ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT, Rabu (15/12/2021).

Sementara itu, Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan, intensitas penghancuran rumah Palestina di Tepi Barat terus meningkat tiap tahun. Per September lalu, UNOCHA menyebut rumah Palestina yang dihancurkan meningkat 21 persen  dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Sekitar 60 persen wilayah area C merupakan wilayah Palestina yang diduduki. Penduduk Palestina yang tinggal di area ini telah lama hidup dalam ketakutan. Setiap hari, mereka terancam serangan pemukim ilegal Israel dan penghancuran rumah dan fasilitas umum lainnya. Mereka juga secara teratur menghadapi pemindahan paksa sementara dari rumah mereka, sebab pasukan Israel yang ingin menggunakan area tersebut untuk latihan militer.

sumber : news.act.id

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed