by

BREAKING NEWS! Kronologis Versi Pihak Keluarga Kepulangan Pasien Covid-19 di JAMBI

Kepulangan pasien positif 01 Covid-19 menjadi ramai hingga malam. Setelah pulang ke rumahnya di Kota Jambi, belakangan tadi dia kembali dijemput dan dibawa ke rumah sakit. Salah satu orang terdekat pasien memberikan keterangannya untuk mengklarifikasi kehebohan yang terjadi ini.

Suasana penjemputan pasien kembali

Dia menceritakan kronologis sehingga pasien tersebut bisa dipulangkan. Ini dilakukan berdasarkan instruksi dari dokter bahwasanya pasien susah dalam kondisi bagus dan baik.

“Jadi dokter menyuruh balik, boleh isolasi mandiri di rumah,” ujar sumber yang namanya dirahasiakan.

Sebenarnya, kata dia, pihak keluarga sempat merasa tidak yakin akan hal itu. Oleh karenanya sebelumnya pasien sendiri pun telah menanyakan ke pihak dokter guna memastikan atas izin yang diberikan.

“Tidak apa-apa ya saya pulang dok? Dak apa-apa pak. Tapi bapak jangan keluar-keluar. Di kamar bae khusus. Iyalah bapak mau juga. Sayapun juga senang lah kan (mendengarnya, red),” tuturnya menirukan percakapan mereka bersama dokter RSUD.

“Setelah itu memang saya membuat surat pernyataan (kepulangan, red) karena dia maksa. Dialah yang buat dialah yang tandatangan,” sambungnya.

Setibanya di rumah, justru mereka mendapat respon yang berbagai macam. Kejadian ini malah menghebohkan masyarakat luas. Oleh karenanya, karena melihat kondisi tersebut, dia menduga jika kejadian ini lantaran tidak ada koordinasi lebih dahulu antara manajemen RSUD Raden Mattaher dengan Dinkes Provinsi Jambi.

Pasalnya, pihak Dinkes menanyakan ke dirinya. “Kenapa ibu pulang? Karena saya disuruh jemput bapak, ya saya jemput. Ternyata dia dak koordinasi dengan Dinkes. Sudah sampai situ baru dia bilang dak boleh,” bebernya.

“Lah balik ni sibuk pulak, dikatakan bahwa pihak keluarga yang memaksa pasien untuk bisa pulang. Kami ni tahu juga aturan, tapi karena dia dewe yang menyuruh, itulah kejadiannya,” katanya.

Dia kembali menegaskan bahwa bukan pihak keluarga yang memaksa untuk dipulangkan. “Kami dak ada meminta balik. Kami ngerti (aturan, ed) kok. Ini secara rekomendasi dokter. Secara medis kondisi bapak sudah bagus tapi secara SOP Dinkes yang dak boleh. Kami seolah dipermainkan, di salah-salahkan pula. Warga disini tahunya kami yang salah,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan kondisi pasien sendiri sempat naik tensi dan stres. “Perlu diketahui, keluarga kami sudah dua kali tes dan hasilnya negatif. Begitu juga dengan yang telah contact tracking dengan pasien pun juga hasilnya negatif,” pungkasnya.

 

(metrojambi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed