by

Asteroid ‘RAKSASA’ Hampiri Bumi pada Akhir April 2020, Akankah Bertabrakan?

Badan Antariksa Amerika (NASA) mengeluarkan peringatan bahwa ada asteroid raksasa hampiri Bumi dalam waktu dekat ini.

Sebenarnya, peristiwa ini bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya juga ada peringatan serupa saat pasca Natal tahun 2019 kemarin.

Meski sudah sering terjadi, namun bukan berarti bisa diabaikan begitu saja. Kita tetap harus waspada karena peristiwa seperti ini bisa saja menabrak Bumi.

Tentu kita semua tahu bahwa dampak hantaman asteroid terhadap Bumi sangatlah besar.

Sebagai satu-satunya planet yang menjadi hunian manusia, tentu saja Bumi harus dijaga keselamatannya. Tak hanya melindunginya dari ancaman dalam planet saja, akan tetapi juga luar planet.

Peristiwa asteroid dekati Bumi inilah yang menjadi salah satu ancaman dari luar planet tersebut. Berdasar kabar terbaru, asteroid yang dimaksud kali ini bernama 52768 atau yang juga dikenal 1998 OR2.

Sesuai dengan namanya, asteroid ini ditemukan untuk yang pertama kalinya pada tahun 1998. Dimana di tahun yang sama, asteroid 52768 (1998 OH) juga ditemukan tim NEAT (Near-Earth Asteroid Tracking).

Asteroid ini disebut raksasa bukan tanpa alasan. Ukuran asteroid ini memang jumbo dengan diameter berkisar antara 1,5 sampai 4,1 km.

Dengan ukuran yang begitu besar tersebut, diketahui bahwa asteroid raksasa hampiri Bumi menjelang akhir bulan April nanti, tepatnya pada tanggal 29 April 2020.

Nantinya, asteroid ini akan mendekat dengan jarak sampai 0,04205 unit astronomi. Dimana 1 unit astronomi setara 149,6 juta km dan sebanding dengan jarak rata-rata planet Bumi ke matahari.

Dengan jarak yang sangat dekat tersebut, tak heran jika asteroid 1998 OR2 ini masuk ke dalam Near-Earth Object (NEO).

NEO sendiri adalah kelompok benda luar angkasa yang mendekati Bumi. 1998 OR2 ini juga dinilai berpotensi membahayakan Bumi.

Disebut berbahaya bukan hanya karena lintasannya yang mengarah ke Bumi saja, akan tetapi juga kecepatannya. Sesuai dengan perkiraan NEAT, asteroid 1998 OR2 melintas dengan kecepatan mencapai 31 ribu km per jam.

Melihat ukurannya yang jumbo dengan arah pergerakan yang cepat, tentu akan sangat mengkhawatirkan jika asteroid raksasa hampiri Bumi ini sampai bertabrakan.

Asteroid 1998 OR2 Berpotensi Hantam Bumi?

Sejak tersiar kabar terkait adanya asteroid jumbo yang mengarah ke Bumi, publik bukan hanya merasa panik, akan tetapi juga gencar mencari tahu potensi tabrakannya.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh ilmuwan NASA, jika asteroid 1998 OR2 ini benar-benar menabrak Bumi, maka dampaknya akan menciptakan efek global.

Dimana efek kerusakan secara global tersebut juga memungkinkan timbulnya gempa Bumi dan bahkan tsunami. Dampak yang terjadi memang akan sangat mengerikan.

Lantas apakah asteroid 1998 OR2 ini akan menabrak Bumi? Untungnya, hal tersebut tidak akan terjadi. Hal ini sebagaimana yang diperkirakan oleh NASA. Oleh karenanya, kita patut bernafas lega.

Pengamatan Asteroid Raksasa Hampiri Bumi

Walau diperkirakan tak akan menabrak Bumi, namun pengamatan terhadap 1998 OR2 harus terus dilakukan. Pengamatan ini dilakukan sebagai bentuk waspada terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi.

Pengamatan ini sendiri dilakukan dengan memanfaatkan teleskop canggih yang ada di California, tepatnya di Table Mountain Facility Jet Propulsion Laboratory.

Teleskop berteknologi mumpuni ini dirancang sedemikian rupa dengan ukuran 61 cm. Selain digunakan untuk mengamati 1998 OR2, teleskop ini juga berfungsi untuk memantau asteroid 1998 OH.

Tak berhenti di situ saja, teleskop ini ternyata juga berperan penting dalam pengamatan benda antariksa lain yang tengah bergerak mendekati Bumi.

Berkat teleskop ini, ilmuwan tak hanya bisa mendeteksi benda antariksa seperti asteroid raksasa hampiri Bumi saja, akan tetapi juga mempelajari bagaimana orbit dan susunan materialnya.

Masih berkaitan dengan pengamatan benda antariksa dekat Bumi, Steven Pravdo selaku Manajer Proyek NEAT juga menyebut akan menggunakan teknologi lain.

Selain teleskop, pengamatan juga memanfaatkan kamera charge-coupled device (CCD) dengan ukuran besar. Kamera ini nantinya akan dipasang di teleskop sehingga hasil pengamatan yang didapat bisa lebih akurat.

Berkaitan dengan pengamatan yang dilakukan, lembaga antariksa NASA ternyata juga tengah mempelajari bagaimana langkah tepat dalam menghindari tabrakan nantinya.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap Bumi, tentu segala upaya yang dilakukan ilmuwan selama ini patut untuk diapresiasi. Perihal kabar asteroid raksasa hampiri Bumi pun, saat ini masih terus diteliti

Harapanrakyat.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed